10 Tempat Wisata di Jepang yang Wajib Dikunjungi Pemula

image

Memilih tempat-tempat terbaik untuk dikunjungi di Jepang bukan sekadar menyusun daftar destinasi, melainkan menentukan rute perjalanan di peta. Jepang membentang dari utara ke selatan, keretanya memang cepat, tetapi biaya perjalanannya tidak murah. Perjalanan pertama bisa menjadi kurang menyenangkan jika tiga dari sepuluh hari liburan Anda habis hanya untuk berpindah-pindah stasiun sambil membawa koper. Berikut sepuluh destinasi yang layak dikunjungi, keunggulan masing-masing, berapa malam sebaiknya Anda menginap, serta cara menghubungkannya menjadi rute yang efisien. Informasi harga dan peraturan dalam panduan ini berlaku per Agustus 2026.

 

Jawaban Singkat

Sedang merencanakan perjalanan pertama ke Jepang? Berikut sepuluh tempat terbaik untuk dikunjungi, sesuai minat, durasi liburan, dan gaya perjalanan Anda.

  1. Tokyo - ibu kota modern dengan kuliner beragam, kawasan kota yang menarik, dan pilihan wisata sehari.
  2. Kyoto - kuil, taman, dan jalanan tradisional.
  3. Osaka - jajanan kaki lima, hiburan malam, dan Universal Studios Japan.
  4. Gunung Fuji dan Lima Danau Fuji - pemandangan gunung yang ikonis dan pendakian pada musim panas.
  5. Nara - Buddha Agung dan rusa yang berkeliaran bebas, cocok untuk wisata setengah hari dari Kyoto.
  6. Hakone - pemandian air panas dan pemandangan danau di antara Tokyo dan Kyoto.
  7. Hiroshima dan Miyajima - Taman Peringatan Perdamaian dan gerbang torii yang tampak mengapung.
  8. Kanazawa - taman terkenal, kawasan geisha bersejarah, dan hidangan laut segar.
  9. Takayama - jalanan dari zaman Edo dan pintu gerbang menuju Shirakawa-go.
  10. Nikko - kompleks kuil dengan ornamen rumit, air terjun, dan warna-warni dedaunan musim gugur di dekat Tokyo.

 

Kesepuluh destinasi ini dapat dijangkau dengan kereta dan dijelajahi secara mandiri menggunakan aplikasi peta serta koneksi internet seluler yang andal. Anda tidak perlu mengikuti tur berkelompok atau menyewa mobil untuk menjalani rute perjalanan ini.

 

Cara Memilih Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Jepang

Tempat terbaik untuk dikunjungi di Jepang bergantung pada lima hal: durasi perjalanan, musim, anggaran, minat, dan letak geografis.

 

Durasi Perjalanan

Jika waktu liburan Anda kurang dari tujuh hari, sebaiknya fokus pada satu kawasan. Sepuluh hari cukup untuk menikmati Tokyo, Kyoto, dan Osaka dengan nyaman. Dengan empat belas hari, Anda bisa menambahkan Hiroshima atau kota-kota di pegunungan. Namun, jika ingin mengunjungi keduanya, Anda perlu menjalani perjalanan dengan tempo yang lebih cepat.

 

Musim

Musim bunga sakura, biasanya dari akhir Maret hingga awal April, dan musim gugur dengan dedaunan berwarna-warni, terutama pada November, termasuk periode tersibuk sekaligus termahal. Mei, awal Juni, dan Oktober bisa menjadi pilihan yang lebih tenang, bergantung pada destinasi dan hari libur setempat.

 

Anggaran

Biaya dan peraturan perjalanan mengalami perubahan pada 2026. Pajak keberangkatan naik tiga kali lipat menjadi ¥3.000 pada 1 Juli. Sementara itu, pajak penginapan di Kyoto kini berkisar antara ¥200 hingga ¥10.000 per orang per malam, bergantung pada tarif akomodasi. Mulai 1 November, sistem belanja bebas pajak bagi wisatawan dijadwalkan berubah menjadi sistem pengembalian pajak. Pembeli akan membayar pajak konsumsi sebesar 10% di toko, kemudian mengajukan pengembalian dana di bandara.

 

Minat Perjalanan

  • Kuliner dan hiburan malam: Tokyo dan Osaka.
  • Sejarah, kuil, dan taman: Kyoto, Kanazawa, dan Nara.
  • Alam dan pemandangan: Hakone, Gunung Fuji, dan Takayama.
  • Arsitektur tradisional dan kerajinan: Kyoto, Kanazawa, dan Takayama.
  • Tempat wisata keluarga: Tokyo, Osaka, dan Nara.

 

Letak Geografis

Tokyo, Hakone, Nikko, dan Gunung Fuji berada di wilayah timur atau tengah Jepang. Kyoto, Osaka, dan Nara membentuk kelompok destinasi yang mudah dikunjungi dalam satu perjalanan di kawasan Kansai. Hiroshima terletak lebih jauh ke barat, sedangkan Kanazawa dan Takayama berada di kawasan pegunungan. Susun perjalanan berdasarkan kelompok destinasi yang berdekatan, alih-alih berusaha mendatangi semua tempat yang terlihat di peta.

news_6acbd11e353bf.webp

 

10 Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Jepang

 

1. Tokyo

Mengapa Mengunjungi Tokyo?

 

Tokyo sebenarnya bukan sekadar satu kota, melainkan gabungan puluhan kawasan dengan karakter berbeda yang tumbuh menjadi sebuah metropolitan raksasa. Shibuya menampilkan Tokyo dengan lampu neon yang sering dibayangkan wisatawan, Yanaka memiliki bangunan rendah dan suasana tenang, sedangkan Asakusa masih mempertahankan nuansa kawasan kuil tempo dulu. Luangkan beberapa malam di Tokyo karena setiap kawasan menawarkan pengalaman yang berbeda.

 

Tokyo juga merupakan titik awal yang sangat baik untuk wisata sehari. Nikko, Hakone, Kamakura, dan kawasan Gunung Fuji dapat dijangkau dalam waktu sekitar dua jam, bergantung pada rute dan tujuan yang dipilih.

 

Tempat Wisata Utama

  • Kuil Senso-ji dan Jalan Nakamise di Asakusa.
  • Penyeberangan Shibuya dan Shibuya Sky.
  • Kuil Meiji Jingu beserta hutan di sekitarnya.
  • teamLab Borderless di Azabudai Hills; sebaiknya pesan tiket terlebih dahulu.
  • Pasar Luar Tsukiji untuk sarapan dan menikmati hidangan laut.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Akhir Maret hingga April dan Oktober hingga November.

Durasi yang Disarankan: 3–4 hari.

Cocok untuk: Wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang, pencinta kuliner, dan keluarga.

Jangan Lewatkan: Kunjungi Senso-ji sebelum pukul 08.00 agar jalan menuju kuil masih relatif sepi, lalu nikmati pemandangan dari lantai observasi gratis di Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo. PokéPark Kanto, taman permanen Pokémon pertama di Jepang, dibuka pada Februari 2026.

 

2. Kyoto

Mengapa Mengunjungi Kyoto?

 

Kyoto memiliki sekitar 1.600 kuil Buddha dan 400 kuil Shinto, dan tempat-tempat terkenalnya memang layak mendapat reputasi tersebut. Waktu kunjungan sangat menentukan pengalaman Anda. Datang ke Fushimi Inari Taisha pukul 07.00 memungkinkan Anda berjalan dengan tenang melewati gerbang-gerbang merah terang. Namun, jalur yang sama bisa dipadati pengunjung pada pukul 13.00.

 

Kyoto juga termasuk destinasi paling ramai dalam daftar ini. Sejumlah gang pribadi di Gion ditutup untuk pengunjung, dan memasuki area terlarang dapat dikenai denda. Pilih penginapan di lokasi strategis, jelajahi kota dengan berjalan kaki, dan mulailah wisata sejak pagi.

 

Tempat Wisata Utama

  • Fushimi Inari Taisha, buka 24 jam dan gratis.
  • Kinkaku-ji, Paviliun Emas.
  • Kuil Kiyomizu-dera dan jalan menanjak Sannenzaka.
  • Hutan Bambu Arashiyama dan Kuil Tenryu-ji.
  • Pasar Nishiki untuk makan siang dan mencicipi hidangan khas setempat.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: November untuk menikmati dedaunan musim gugur, April untuk bunga sakura, serta Juni atau September jika ingin mencoba berkunjung saat suasana berpotensi lebih sepi.

Durasi yang Disarankan: 3–4 hari.

Cocok untuk: Pasangan, pencinta taman, dan fotografer.

Jangan Lewatkan: Nikmati taman kuil sebelum ramai pengunjung. Cobalah datang ke Ryoan-ji saat baru dibuka atau ke Shoren-in pada sore hari menjelang malam.

 

3. Osaka

Mengapa Mengunjungi Osaka?

 

Osaka merupakan salah satu destinasi terbaik di Jepang untuk menikmati kuliner santai dengan harga terjangkau. Takoyaki, kushikatsu, dan okonomiyaki mudah ditemukan, tidak menguras kantong, dan cocok dinikmati bersama orang lain. Kawasan Dotonbori pada malam hari menawarkan pengalaman berjalan-jalan di tengah suasana kota yang sangat berkesan.

 

Osaka juga menjadi titik awal yang praktis untuk menjelajahi kawasan Kansai. Kyoto dapat dicapai dalam sekitar 15 menit dengan beberapa layanan kereta cepat, sedangkan perjalanan ke Nara memakan waktu sekitar 45 menit, bergantung pada rute.

 

Tempat Wisata Utama

  • Dotonbori dan papan reklame Glico yang terkenal.
  • Pasar Kuromon Ichiba.
  • Kastel Osaka dan taman di sekitarnya.
  • Universal Studios Japan, yang merayakan hari jadi ke-25 pada 2026.
  • Kawasan Shinsekai dan Menara Tsutenkaku.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Sepanjang tahun, dengan kondisi cuaca yang menyenangkan pada April dan Oktober.

Durasi yang Disarankan: 2 hari, atau lebih lama jika ingin mengunjungi Universal Studios Japan.

Cocok untuk: Pencinta kuliner, keluarga, penggemar hiburan malam, dan wisatawan dengan anggaran terbatas.

Jangan Lewatkan: Cobalah bar dengan tempat berdiri di gang-gang sekitar Dotonbori. Jika Universal Studios Japan masuk dalam rencana perjalanan Anda, pesan tiket Express Pass jauh-jauh hari. Antrean wahana populer bisa mencapai 90 menit atau lebih.

 

4. Gunung Fuji dan Lima Danau Fuji

Mengapa Mengunjungi Gunung Fuji?

 

Gunung Fuji sering kali justru paling mengesankan ketika dinikmati dari kejauhan, bukan dari puncaknya. Kawaguchiko menawarkan pemandangan indah yang tampak seperti kartu pos, dengan gunung menjulang di seberang danau. Pada hari-hari musim dingin yang cerah, Gunung Fuji biasanya lebih mudah terlihat dibandingkan saat musim panas ketika udara tampak berkabut. Menginap semalam akan meningkatkan peluang Anda melihat gunung dengan jelas karena kondisi pada pagi hari cenderung lebih baik.

 

Peraturan pendakian pada 2026 cukup ketat. Musim pendakian resmi berlangsung dari 1 Juli hingga 10 September. Keempat jalur pendakian mengenakan biaya ¥4.000, dan pendaki harus mendaftar secara daring terlebih dahulu. Jalur Yoshida membatasi jumlah pendaki hingga 4.000 orang per hari. Gerbang jalur ditutup dari pukul 14.00 hingga 03.00 bagi pendaki yang tidak memiliki pemesanan pondok gunung.

 

Tempat Wisata Utama

  • Danau Kawaguchiko dan Taman Oishi.
  • Pagoda Chureito di Taman Arakurayama Sengen.
  • Taman hiburan Fuji-Q Highland.
  • Oshino Hakkai, desa yang terkenal dengan mata airnya.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: November hingga Februari untuk menikmati pemandangan gunung; Juli hingga awal September untuk mendaki.

Durasi yang Disarankan: 1–2 hari, idealnya termasuk satu malam menginap.

Cocok untuk: Pencinta alam, fotografer, dan pasangan.

Jangan Lewatkan: Saksikan matahari terbit dari tepi danau sebelum bus wisata tiba, dan pertimbangkan untuk menikmati onsen dengan pemandangan danau. Periksa prakiraan jarak pandang pada malam sebelumnya. Gunung Fuji sering tertutup awan, bahkan ketika cuaca di kawasan sekitarnya terlihat cerah.

 

5. Nara

Mengapa Mengunjungi Nara?

 

Sebelum Kyoto, Nara pernah menjadi ibu kota Jepang. Kota ini memiliki beberapa objek wisata utama yang bisa dikunjungi dengan berjalan kaki di dalam satu taman luas. Anda dapat melihat patung Buddha Agung di dalam aula kayu yang megah, mengunjungi kuil Shinto yang diterangi ribuan lentera, serta bertemu sekitar 1.200 rusa liar yang membungkuk saat menginginkan biskuit.

 

Rusa-rusa tersebut merupakan hewan liar, bukan hewan peliharaan. Belilah biskuit rusa seharga ¥200 yang dijual di taman, simpan makanan lain agar tidak terlihat, dan jangan menggoda atau memancing reaksi hewan-hewan itu.

 

Tempat Wisata Utama

  • Kuil Todai-ji dan Aula Buddha Agung.
  • Taman Nara dengan rusa yang berkeliaran bebas.
  • Kuil Shinto Kasuga Taisha dan jalur yang dihiasi lentera.
  • Jalan-jalan kawasan pedagang bersejarah Naramachi.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Sepanjang tahun, terutama saat musim gugur.

Durasi yang Disarankan: Setengah hari hingga 1 hari.

Cocok untuk: Keluarga dan wisatawan yang melakukan perjalanan sehari dari Kyoto atau Osaka.

Jangan Lewatkan: Teras Nigatsu-do di atas kawasan Todai-ji. Tempat ini menawarkan pemandangan kota secara gratis dan terasa sangat istimewa saat senja.

 

6. Hakone

Mengapa Mengunjungi Hakone?

 

Hakone merupakan tujuan pelarian yang populer dari Tokyo bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandian air panas, pemandangan pegunungan, dan suasana yang lebih santai. Rute wisata keliling Hakone sendiri bisa menjadi salah satu pengalaman jalan-jalan paling menyenangkan di Jepang. Hakone Free Pass mencakup beberapa moda transportasi, termasuk kereta pegunungan, kereta gantung, kereta gantung udara yang melintasi lembah vulkanis, serta kapal wisata yang berlayar di Danau Ashi.

 

Jika anggaran memungkinkan, bermalamlah di ryokan, penginapan tradisional Jepang, yang menyediakan pemandian terbuka pribadi. Makan malam tradisional, berendam untuk melepas penat, dan menikmati panorama pegunungan menjadikan Hakone salah satu persinggahan paling berkesan dalam perjalanan pertama ke Jepang.

 

Tempat Wisata Utama

  • Rute wisata keliling Hakone, termasuk kereta pegunungan, kereta gantung udara, dan pelayaran di danau.
  • Lembah vulkanis Owakudani dan telur hitamnya yang terkenal.
  • Kuil Hakone dan gerbang torii di tepi danau.
  • Museum Terbuka Hakone.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Sepanjang tahun; musim gugur dan musim dingin terkadang menawarkan pemandangan Gunung Fuji yang lebih jelas.

Durasi yang Disarankan: 1–2 hari.

Cocok untuk: Pasangan, pengunjung onsen untuk pertama kalinya, dan wisatawan yang ingin menikmati hari dengan lebih santai.

Jangan Lewatkan: Kunjungi gerbang torii di tepi danau pada pagi hari sebelum antrean untuk berfoto terbentuk. Periksa status operasional kereta gantung udara sebelum berangkat karena aktivitas vulkanis dapat menyebabkan layanan dihentikan sementara. Terkadang, bus pengganti disediakan.

 

7. Hiroshima dan Miyajima

Mengapa Mengunjungi Hiroshima dan Miyajima?

 

Hiroshima merupakan salah satu tempat yang paling menggugah perasaan dalam perjalanan ke Jepang. Museum Peringatan Perdamaian menyajikan kisah langsung dan berat tentang pengeboman atom, sementara taman di sekitarnya menawarkan suasana tenang untuk merenung. Kota ini sendiri ramah dan mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.

 

Gabungkan kunjungan ke Hiroshima dengan Miyajima, yang dapat dicapai dalam sekitar 45 menit, bergantung pada sambungan transportasi. Kuil Itsukushima di pulau tersebut terkenal dengan gerbang torii yang tampak mengapung di atas air saat pasang. Pajak kunjungan sebesar ¥100 dikenakan saat tiba dan dipungut bersama tarif feri.

 

Tempat Wisata Utama

  • Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan Kubah Bom Atom.
  • Kuil Itsukushima dan gerbang torii yang tampak mengapung.
  • Gunung Misen, yang dapat dicapai dengan kereta gantung udara atau berjalan kaki.
  • Okonomiyaki khas Hiroshima, dengan mi sebagai salah satu lapisannya.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Musim semi dan musim gugur. Periksa jadwal pasang surut untuk melihat gerbang torii pada ketinggian air yang berbeda.

Durasi yang Disarankan: 1–2 hari.

Cocok untuk: Wisatawan yang tertarik pada sejarah dan pasangan.

Jangan Lewatkan: Pertimbangkan untuk menginap semalam di Miyajima. Pulau ini menjadi lebih tenang setelah feri terakhir berangkat. Saat air pasang, gerbang torii tampak mengapung; saat air surut, Anda dapat berjalan mendekatinya.

 

8. Kanazawa

Mengapa Mengunjungi Kanazawa?

 

Kanazawa dapat dicapai dari Tokyo dalam sekitar dua setengah jam menggunakan Hokuriku Shinkansen. Kota ini memadukan kawasan rumah teh bersejarah yang terpelihara dengan baik, salah satu dari tiga taman terindah di Jepang, dan pusat kota yang mudah dijelajahi. Kanazawa merupakan alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati arsitektur tradisional tanpa menghadapi kepadatan pengunjung seperti di Kyoto.

 

Kanazawa juga terkenal dengan hidangan lautnya. Kedai-kedai di Pasar Omicho menyajikan kaisendon, yaitu semangkuk nasi dengan aneka hidangan laut di atasnya. Kota ini juga menjadi salah satu pusat utama produksi kertas emas di Jepang. Bahkan, lapisan emas tipis tersebut digunakan sebagai hiasan es krim lembut khas setempat.

 

Tempat Wisata Utama

  • Taman Kenroku-en.
  • Kawasan rumah teh bersejarah Higashi Chaya.
  • Museum Seni Kontemporer Abad ke-21.
  • Pasar Omicho dan kawasan samurai Nagamachi.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: April hingga Juni dan Oktober hingga November; musim dingin juga menarik untuk menikmati taman yang tertutup salju.

Durasi yang Disarankan: 1–2 hari.

Cocok untuk: Pasangan, pencinta kerajinan, dan wisatawan yang ingin menghindari keramaian terbesar.

Jangan Lewatkan: Kunjungi Kenroku-en pada jam masuk gratis di pagi hari jika tersedia, dan cobalah mengikuti lokakarya pembuatan kerajinan kertas emas.

 

9. Takayama

Mengapa Mengunjungi Takayama?

 

Terletak di dataran tinggi Pegunungan Hida, Takayama masih mempertahankan sebagian besar kawasan pedagang dari zaman Edo. Anda akan menemukan deretan toko berfasad kayu gelap, tempat pembuatan sake dengan bola jerami cedar yang digantung di luar, serta pasar pagi di tepi sungai. Takayama merupakan salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi jika Anda ingin menikmati suasana kota kecil setelah menghabiskan beberapa hari di kota-kota besar.

 

Takayama juga menjadi pintu gerbang menuju Shirakawa-go, desa yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan terkenal dengan rumah-rumah pertaniannya yang beratap jerami tebal. Perjalanan bus ke sana memakan waktu sekitar 50 menit. Jika memungkinkan, datanglah lebih pagi karena banyak bus wisata untuk perjalanan sehari tiba sekitar pukul 11.00.

 

Tempat Wisata Utama

  • Kawasan kota tua bersejarah Sanmachi Suji.
  • Pasar pagi Miyagawa.
  • Shirakawa-go sebagai tujuan wisata sehari.
  • Daging sapi Hida, yang sering dipanggang dengan tusuk sate atau disajikan di restoran setempat.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: April dan Oktober untuk menyaksikan festival; musim dingin untuk menikmati Shirakawa-go yang tertutup salju.

Durasi yang Disarankan: 1–2 hari.

Cocok untuk: Pasangan, pencinta kuliner, dan wisatawan yang menyukai suasana perjalanan santai.

Jangan Lewatkan: Festival Takayama berlangsung pada 14–15 April dan 9–10 Oktober. Kereta hias festival yang diukir dengan sangat rumit menjadi daya tarik utama. Karena itu, pesanlah penginapan beberapa bulan sebelumnya.

 

10. Nikko

Mengapa Mengunjungi Nikko?

 

Sekitar dua jam di sebelah utara Tokyo, Nikko memiliki salah satu kompleks kuil Shinto dengan dekorasi paling rumit di Jepang. Kuil Toshogu menampilkan ukiran detail dan hiasan berlapis emas yang kontras dengan gaya kuil Kyoto yang lebih sederhana. Seluruh kompleks ini dikelilingi pohon-pohon cedar raksasa.

 

Di luar kawasan kuil, Taman Nasional Nikko menawarkan air terjun, danau di dataran tinggi, serta Jalan Irohazaka yang berkelok-kelok. Kawasan ini sangat populer saat dedaunan musim gugur berubah warna. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai: lalu lintas dapat mengalami kemacetan parah pada akhir pekan di bulan November.

 

Tempat Wisata Utama

  • Kuil Toshogu.
  • Jembatan Shinkyo.
  • Air Terjun Kegon dan Danau Chuzenji.
  • Kuil Rinno-ji.

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Akhir Oktober hingga awal November untuk menikmati warna dedaunan musim gugur. Sebaiknya datang pada hari kerja saat puncak musim gugur.

Durasi yang Disarankan: 1 hari, atau menginap semalam jika ingin menjelajahi kawasan danau dengan lebih santai.

Cocok untuk: Wisatawan yang melakukan perjalanan sehari dari Tokyo serta pencinta alam dan sejarah.

Jangan Lewatkan: Pertimbangkan naik kereta ekspres terbatas Tobu dari Asakusa, yang bisa lebih cepat dan murah daripada beberapa pilihan kereta JR. Taiyuinbyo juga layak dikunjungi jika Anda menginginkan suasana kuil yang lebih tenang.

 

Perbandingan Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Jepang bagi Wisatawan Pemula

Gunakan tabel berikut untuk membandingkan waktu perjalanan, durasi menginap yang disarankan, dan alasan utama mengunjungi setiap destinasi. Waktu tempuh merupakan perkiraan dan bergantung pada jenis kereta, rute, serta sambungan transportasi yang digunakan.

 

Destinasi Wilayah Durasi Menginap yang Disarankan Daya Tarik Utama Perkiraan Waktu Perjalanan Musim Terbaik
Tokyo Kanto 3–4 hari Kuliner, kehidupan kota, wisata sehari Titik awal Mar–Apr, Okt–Nov
Kyoto Kansai 3–4 hari Kuil dan taman Sekitar 2 jam 15 menit Nov, Apr
Osaka Kansai 2 hari Jajanan kaki lima dan wisata keluarga Sekitar 2 jam 30 menit Sepanjang tahun
Kawasan Gunung Fuji Chubu 1–2 hari Pemandangan dan pendakian Sekitar 2 jam Nov–Feb untuk menikmati pemandangan
Nara Kansai Setengah hingga 1 hari Rusa dan Buddha Agung Sekitar 45 menit dari Kyoto Sepanjang tahun
Hakone Kanto 1–2 hari Onsen dan pemandangan danau Sekitar 1 jam 30 menit Musim gugur dan musim dingin
Hiroshima dan Miyajima Chugoku 1–2 hari Sejarah dan pesisir Sekitar 4 jam Musim semi dan musim gugur
Kanazawa Hokuriku 1–2 hari Taman, kerajinan, dan hidangan laut Sekitar 2 jam 30 menit Apr–Jun, Okt–Nov
Takayama Chubu 1–2 hari Kota tua dan pegunungan Sekitar 4 jam 30 menit Apr, Okt, musim dingin
Nikko Kanto 1 hari Kuil dan air terjun Sekitar 2 jam Akhir Okt–awal Nov

 

Contoh Rencana Perjalanan ke Jepang

 

Rencana Perjalanan 7 Hari di Jepang

Tokyo (3 malam) → Hakone (1 malam) → Kyoto (3 malam)

Habiskan tiga malam di Tokyo dan sisihkan satu hari untuk mengunjungi Nikko atau Kamakura. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Hakone untuk menginap semalam, kemudian menuju Kyoto selama tiga malam, termasuk kunjungan setengah hari ke Nara. Pulang melalui Bandara Internasional Kansai di Osaka dapat membantu Anda menghindari perjalanan kembali ke Tokyo.

 

Rencana Perjalanan 10 Hari di Jepang

Tokyo (4 malam) → Hakone atau Gunung Fuji (1 malam) → Kyoto (3 malam) → Osaka (2 malam)

Inilah rute yang patut dipertimbangkan oleh sebagian besar wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang. Anda dapat mengunjungi berbagai tempat utama tanpa harus menghabiskan hampir setiap hari untuk berpindah kota. Masukkan Nara sebagai tujuan wisata sehari dari Kyoto atau Osaka, sesuai jadwal Anda.

 

Rencana Perjalanan 14 Hari di Jepang

Tokyo (4 malam) → Gunung Fuji atau Hakone (1 malam) → Takayama (2 malam) → Kanazawa (2 malam) → Kyoto (3 malam) → Osaka (2 malam)

Rute ini menambahkan kota-kota pegunungan, arsitektur tradisional, dan kuliner khas daerah. Jika sejarah lebih menjadi prioritas Anda, pertimbangkan untuk mengganti Takayama dan Kanazawa dengan Hiroshima dan Miyajima.

Satu aturan perencanaan berlaku untuk ketiga rute: sebisa mungkin, jangan berpindah penginapan lebih sering daripada setiap dua malam. Hari yang dihabiskan untuk berkemas dan berpindah tempat bukanlah hari penuh untuk berwisata.

 

Apakah Japan Rail Pass Layak Dibeli?

Japan Rail Pass nasional untuk 7 hari berharga ¥50.000, atau sekitar US$315. Harga untuk pembelian di luar Jepang dijadwalkan naik menjadi ¥53.000 mulai 1 Oktober 2026. Sejak kenaikan harga pada 2023, tiket ini umumnya tidak lagi lebih hemat untuk perjalanan pulang-pergi sederhana Tokyo–Kyoto, yang biayanya sekitar ¥27.900 jika menggunakan layanan Hikari.

 

Hitung biaya rute perjalanan Anda yang sebenarnya sebelum membeli pass. Tiket regional atau tiket satuan bisa memberikan nilai yang lebih baik, terutama jika Anda hanya mengunjungi Tokyo, Kyoto, dan Osaka.

 

Aplikasi yang Memudahkan Perjalanan di Jepang

 

Aplikasi Penting untuk Navigasi dan Penerjemahan

Menjelajahi Jepang akan jauh lebih mudah jika Anda menyiapkan aplikasi digital yang tepat. Google Maps membantu menemukan nomor peron dan pintu keluar stasiun dengan akurat, Google Translate dapat menerjemahkan menu izakaya dan papan petunjuk melalui kamera, sedangkan NAVITIME berguna untuk merencanakan rute dan memeriksa kesesuaian dengan tiket kereta terusan. Untuk melihat rangkuman lengkap aplikasi terbaik untuk navigasi, pembayaran, dan penerjemahan, baca panduan aplikasi penting untuk bepergian di Jepang.

 

Tetap Terhubung di Mana Saja

Semua aplikasi ini sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil dan tersedia secara langsung. Wi-Fi umum memang tersedia di stasiun besar dan toko serba ada, tetapi sering kali tidak dapat diandalkan ketika Anda paling membutuhkannya, misalnya saat baru turun dari kereta atau berjalan menuju destinasi berikutnya.

 

Agar tetap terhubung tanpa perlu mencari jaringan Wi-Fi, cara paling sederhana adalah menyiapkan eSIM perjalanan sebelum keberangkatan. Pasang eSIM saat masih di rumah. Begitu tiba di Jepang, eSIM akan aktif dan langsung terhubung ke jaringan KDDI, salah satu jaringan seluler unggulan di Jepang, untuk mendapatkan koneksi data 5G berkecepatan tinggi yang stabil. Dengan menyiapkan koneksi internet lebih awal melalui Awinst Connect, Anda dapat memilih paket sesuai anggaran, kebutuhan kuota, dan gaya perjalanan. Dengan begitu, Anda bisa menikmati perjalanan tanpa repot sejak awal kedatangan.

Instal eSIM Anda di rumah, aktifkan di Jepang — Lihat paket (Gunakan kode PROMO10)

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tempat Nomor Satu yang Wajib Dikunjungi di Jepang Itu Apa?

Tokyo merupakan titik awal terbaik bagi sebagian besar wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang. Kota ini menawarkan pilihan kegiatan paling beragam serta akses yang praktis untuk wisata sehari ke daerah sekitarnya. Kyoto sering dianggap lebih indah, sedangkan Tokyo lebih praktis sebagai basis untuk menjelajahi berbagai wilayah Jepang.

 

Apakah 7 Hari Cukup untuk Berlibur ke Jepang?

Ya, asalkan Anda fokus pada satu kawasan. Tujuh hari cukup untuk menjelajahi Tokyo dan Kyoto dengan baik, termasuk satu persinggahan di antaranya. Namun, waktu tersebut tidak cukup untuk mengunjungi Tokyo, Kyoto, Osaka, Hiroshima, dan Gunung Fuji tanpa harus terburu-buru.

 

Kota Mana yang Sebaiknya Diprioritaskan oleh Wisatawan Pemula?

Prioritaskan Tokyo dan Kyoto, lalu lanjutkan ke Osaka. Jadikan Nara dan Hakone sebagai persinggahan singkat atau tujuan wisata sehari, alih-alih memesan penginapan terpisah di setiap destinasi.

 

Sebaiknya Mengunjungi Tokyo atau Kyoto Terlebih Dahulu?

Memulai perjalanan dari Tokyo merupakan pilihan yang masuk akal jika Anda tiba di Bandara Haneda atau Narita, seperti kebanyakan wisatawan internasional. Mengakhiri perjalanan di kawasan Kansai memungkinkan Anda pulang melalui Osaka sehingga tidak perlu kembali ke Tokyo hanya untuk mengejar penerbangan.

 

Musim Apa yang Terbaik untuk Mengunjungi Jepang?

Oktober dan November merupakan bulan yang sangat baik secara keseluruhan, dengan cuaca yang umumnya sejuk dan dedaunan musim gugur mulai berubah warna di banyak daerah sejak akhir Oktober. Akhir Maret hingga awal April menghadirkan bunga sakura, tetapi juga termasuk periode dengan jumlah pengunjung terbanyak sepanjang tahun. Golden Week, dari akhir April hingga awal Mei, serta periode Obon pada pertengahan Agustus juga bisa sangat ramai.

 

Apakah Saya Perlu Membeli Japan Rail Pass?

Pass kereta nasional biasanya paling menguntungkan bagi wisatawan yang menempuh banyak perjalanan kereta jarak jauh. Pass tujuh hari berharga ¥50.000, sedangkan tiket pulang-pergi Tokyo–Kyoto dapat jauh lebih murah. Untuk transportasi dalam kota, kartu IC isi ulang seperti Suica atau PASMO biasanya lebih praktis.

 

Tempat Mana di Jepang yang Terbaik untuk Keluarga?

Tokyo, Osaka, dan Nara merupakan pilihan yang sangat baik untuk keluarga. Tokyo dan Osaka menawarkan banyak objek wisata utama serta taman hiburan, termasuk PokéPark Kanto dan Universal Studios Japan. Rusa di Nara biasanya menarik perhatian anak-anak, sementara kereta gantung udara dan kapal wisata di Hakone membuat perjalanan itu sendiri menjadi bagian dari petualangan.

 

Bisakah Saya Mengunjungi Tempat-tempat Ini di Jepang Tanpa Menyewa Mobil?

Bisa. Kesepuluh destinasi dapat dijangkau dengan kereta, dan bus menghubungkan Takayama dengan Shirakawa-go. Mobil sewaan dapat berguna untuk menjelajahi daerah terpencil di Hokkaido, Kyushu, atau Pegunungan Alpen Jepang, tetapi tidak diperlukan untuk rute perjalanan ini.

 

Apakah Saya Memerlukan Visa untuk Mengunjungi Jepang pada 2026?

Warga negara dari sekitar 70 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan sebagian besar negara Uni Eropa, umumnya dapat masuk ke Jepang tanpa visa untuk kunjungan singkat yang memenuhi persyaratan. Sistem otorisasi perjalanan JESTA yang direncanakan Jepang belum berlaku per Agustus 2026. Undang-undangnya disahkan pada Mei 2026, dan sistem tersebut dijadwalkan mulai beroperasi paling lambat Maret 2029. Berhati-hatilah terhadap situs yang meminta pembayaran untuk otorisasi JESTA sebelum sistem resmi diluncurkan, dan pastikan untuk memeriksa persyaratan masuk melalui otoritas Jepang terkait sebelum keberangkatan.

 

Kesimpulan

Tempat-tempat terbaik untuk dikunjungi di Jepang bukanlah daftar yang harus Anda tuntaskan satu per satu. Perjalanan pertama yang menyenangkan dimulai dengan memilih kawasan yang berdekatan, menyediakan cukup waktu menginap di setiap destinasi, dan menyisakan waktu luang untuk berjalan tanpa rencana—misalnya, menyusuri sebuah jalan hanya karena suasananya tampak menarik.

Bagi sebagian besar wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang, rute yang ideal mencakup Tokyo, Kyoto, dan satu atau dua destinasi tambahan seperti Osaka, Hakone, Nara, atau Gunung Fuji. Jika memiliki waktu dua minggu penuh, tambahkan Hiroshima, Kanazawa, Takayama, atau Nikko.

 

Pesan penginapan jauh-jauh hari jika bepergian pada musim bunga sakura atau dedaunan musim gugur, siapkan koneksi internet seluler sebelum mendarat, dan susun perjalanan kereta berdasarkan tempat yang benar-benar ingin Anda kunjungi. Dengan rute yang masuk akal dan waktu yang cukup di setiap persinggahan, Jepang sangat mudah dijelajahi secara mandiri.